Bandar Sabu Diduga Setor Rp2 Juta per Minggu ke Oknum Polisi di Ledong


LABURA  -
Maraknya peredaran narkotika jenis sabu-sabu yang diduga bebas beroperasi di wilayah hukum Polsek Ledong memunculkan dugaan adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH). Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan tersebut mengarah kepada salah satu oknum anggota Polsek Kualuh Ledong berinisial Aipda PS, yang disebut-sebut bertindak atas perintah Kapolsek Ledong, AKP MS.

Berdasarkan laporan masyarakat, sejumlah nama yang diduga sebagai bandar sabu-sabu disebut masih aktif beroperasi di beberapa lokasi di Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Di antaranya:

  1. Memet, diduga beroperasi di sekitar samping Pelabuhan Ledong.
  2. Iwan Butong, diduga beroperasi di Kampung Mesjid, Kualuh Hilir.
  3. Ikang Fauji, diduga beroperasi di wilayah Teluk Binjai, Kualuh Hilir.
  4. Redo, diduga beroperasi di Kuala Bangka, Kualuh Hilir.

Sumber masyarakat menyebutkan, para bandar tersebut diduga menyetor uang koordinasi sebesar Rp2 juta per minggu. Setoran itu disebut diberikan kepada Kapolsek melalui perantara seorang oknum anggota yang bertugas sebagai katim di Polsek Ledong.

Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Selasa malam, 12 Mei 2026, melalui sambungan telepon seluler, Kapolsek Ledong AKP MS membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui adanya laporan masyarakat dimaksud dan meminta agar awak media menunjukkan bukti-bukti terkait dugaan tersebut. Kapolsek juga meminta untuk bertemu langsung dengan awak media guna membahas persoalan itu.

Keesokan harinya, Rabu pagi 13 Mei 2026, awak media mengaku sempat bertemu dengan Aipda PS di sebuah warung kopi untuk melakukan konfirmasi terkait laporan masyarakat tersebut. Namun, menurut pengakuan awak media, Aipda PS menolak memberikan keterangan dan meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Kanit Reskrim Polsek Ledong.

Situasi disebut sempat memanas karena oknum anggota tersebut merasa tidak nyaman dikonfirmasi secara langsung oleh awak media, hingga nyaris terjadi adu argumen di lokasi. (LT)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال