SIANTAR - Warga di sekitar aliran Sungai Bah Bolon, Huta III Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas yang mengapung di tepi sungai, Minggu (17/5/2026) sore. Polisi kini tengah menyelidiki penyebab kematian korban yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Jasad perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh dua warga, Heri Susanto dan Nuriadi, saat keduanya sedang menjaring ikan di sepanjang aliran Sungai Bah Bolon.
Saat itu, sekitar pukul 15.00 WIB, mereka berangkat dari kawasan Kampung Simponi Perdagangan menyusuri pinggiran sungai menuju arah hilir Nagori Sugarang Bayu. Namun satu jam kemudian, tepatnya pukul 16.00 WIB, keduanya dikejutkan oleh benda mencurigakan yang tampak tersangkut di ranting pohon waru di tepian sungai. "Setelah kami dekati, ternyata sesosok mayat perempuan," kata Heri kepada petugas.
Tanpa menunggu lama, keduanya segera melaporkan penemuan itu kepada petugas keamanan kebun Bah Lias, yang kemudian diteruskan ke Polsek Bandar Huluan.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor, langsung bergerak ke lokasi bersama Kanit Reskrim, petugas SPKT, serta personel lainnya untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Tak lama berselang, Tim INAFIS Sat Reskrim Polres Simalungun tiba di lokasi dan melakukan olah TKP secara menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan awal, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan. Namun identitasnya belum dapat diketahui karena kondisi jenazah telah mengalami pembusukan berat. Beberapa bagian tubuh, seperti kepala, tangan, dan kaki dilaporkan telah mengalami kerusakan.
Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti yang masih melekat pada tubuh korban, yakni satu celana panjang berwarna hitam bergaris merah dan satu kaos lengan panjang berwarna merah muda.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit mengingat posisi jasad yang tersangkut di ranting pohon di tepi sungai. Sekitar pukul 20.30 WIB, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar, untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut, termasuk visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, membenarkan hal itu dan akan melakukan penanganan. "Penanganan cepat dan terukur oleh Tim INAFIS merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami akan terus berupaya mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya," ujarnya, Senin (18/5/2026) malam.
Saat ini, jasad perempuan yang masih disebut Mrs X itu masih berada di kamar mayat RSUD dr Djasamen Saragih. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan dengan ciri-ciri serupa agar segera melapor ke Polsek Bandar Huluan atau Polres Simalungun.
Hingga kini, misteri di balik kematian perempuan tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi belum dapat memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. (LT)
Tags
News